Apa itu “Komik Indonesia”?

Ya, saya tahu ini sebuah judul yang bodoh untuk digunakan. Karena semua orang tahu apa itu komik. Ya, kan? Wink

Tapi, apakah Anda sekalian tahu, apakah itu “Komik Indonesia”? Pertanyaan yang dimaksud ini bukanlah pertanyaan “sesungguh”nya. Pertanyaan ini lebih tepatnya hanya sebuah kiasan, dimana saya menanyakan, apakah Anda tahu komik-komik Indonesia? Komik-komik yang dibuat oleh hasil jerih-payah anak bangsa Tanah Air?

Hmm, tentunya saya juga tidak bisa melantur terlalu banyak, karena saya sendiri tidak hidup pada “Masa Keemasan” komik Tanah Air, sehingga saya belum pernah mencicipi apa yang dinamakan Godam, Gundala Putra Petir, Gina, dan sebagainya. Saya mengetahui nama-nama para “pahlawan” ini hanya dari cerita-cerita masa kecil orang tua saya dan ketika saya sedang browsing internet maupun saya sedang membaca artikel majalah/koran yang menyinggung sedikit tentang para pahlawan tersebut…

Gimana sih, ceritanya. Kok, komik Tanah Air kita ini bisa tenggelam kedalam palung keterpurukan? Ya, tentu saja jawabannya bisa Anda lihat sendiri dari buku-buku “Comic” dan “Manga” yang (bisa jadi) sedang Anda genggam. Semua dikarenakan adanya “Arus Globalisasi” yang sangat kuat, sehingga komik yang anak-anak Anda (maupun Anda sendiri) nikmati merupakan hasil karya orang luar negeri…

Bagaimana bisa sih, komik luar masuk kesini? Ha, tentu saja karena ada komikusnya! Dan yang kedua, karena “Arus Globalisasi” itu.
nah, sekarang saya ingin membicarakan tentang komikus…
Komikus itu kaya, lho! Lihat saja, karya-karya mereka yang bisa memasuki negara lain. Bayangkan saja, di Indonesia ini sendiri, komik Jepang (manga) maupun Amerika (Comic), laku keras! Belum lagi, hasil-hasil dari negara lain yang “mengimpor” komik-komik tersebut. Dan, tentunya, jika sudah keluar dari negara sendiri, di negara “Tuan Rumah” tersebut juga laku keras!

Trus, kalau kita, Orang Indonesia, jadi komikus, pasti sukses dong? Lah, ya nggaklah! Kan ada yang namanya, komik populer sama nggak. Tapi, lebih anehnya lagi, di Indonesia ini, komikus itu malah dianggap “nggak laku”, dan kalau menekuni bidang perkomikan dengan serius, ujung-ujungnya… Menangislah Anda… Sementara, di negara-negara seperti Eropa, Jepang dan Amerika, menjadi komikus sudah seperti menjadi pejuang Kemerdekaan RI… Dipuja-pujalah, gaji besar, hidup enak… (ngga juga sih… Deadline!!!!) Sekali lagi… Saya juga nggak bisa ngomong terlalu ngelantur karena saya belum benar-benar tahu kehidupan komikus yang sebenarnya…

Walau begitu, sepertinya mulai ada perkembangan dalam bisnis perkomikan. Semakin banyak orang-orang yang berkarya mengenai komik maupun membuat komik itu sendiri. (Seperti saya dan teman saya!) Organisasi-organisasi perkomikan pun mulai bermunculan dan berkembang. (Acolab’s inipun merupakan contoh yang patut ditiru, kecuali pengajar dan muridnya!)
Dengan begitu, kita sudah mulai bisa merasa optimis akan perkembangan komik Indonesia/Tanah Air ini. Semoga saja semakin banyak orang-orang dan organisasi-organisasi yang mengembangkan bisnis perkomikan, dan semoga (juga) komik Indonesia dapat kembali kepada “Masa Kejayaan”nya dan mengisi tempat kosong dihati anak bangsa. Bagaimana caranya? Berdoa, bersikap optimis, dan terus berkarya!

~ by: Unit 076

maaf jika ada kata-kata yg aneh, saya memang agak bingung menuliskannya…

(dapat pula dibaca di sini)

9 Responses to “Apa itu “Komik Indonesia”?”

  1. anonim aja Says:

    Apa itu komik Indonesia? Kalau diibaratkan ya I think komik Indonesia itu kayak cewek dalam usia pra remaja: awkward dan ngga jelas. Jujur saya sih ngga pernah kena exposure sama the so called Indonesian super hero (Godam etc.) dan karena tak kenal maka saya tak sayang. Hehehehe. But I appreciate them walau kadang ga ngerti juga kenapa dibilang masterpiece dan dianggap KOMIK INDONESIA ASELI, lha wong kostumnya aja ada yang niru Captain America. So it’s kinda hypocrite to say that current Indonesian Comic (yang dipublish sama ELEX) itu bukan komik Indonesia. Hey current Indonesia Comic juga KOMIK INDONESIA ASELI yang dibuat sama orang Indonesia lho. What’s the difference? Beda generasi ya beda gaya lah.

    Soal gimana supaya komik Indonesia bisa jaya, ya balik lagi ke pasar. Seandainya ya… seandainya GODAM diterbitin pertama kali di era milenium ini what do you think will happen? Becoming a hit? Not likely. It’s a matter of generation lapse. Satu karya emang tercipta untuk masanya. Ya ga bisa maksa kecuali cuma buat nostalgia aja. I think komikus Indonesia sekarang harusnya ga cuma punya kemampuan teknikal yang baik tapi juga kemampuan story telling yang baik (try check deviantart.com, you’ll be amazed with Indonesian artist’s skill there). Most Indonesian Comic that I read keliatan banget klo story telling itu sering diabaikan. Jadi maaf aja saya sebagai konsumen pasti juga males nerusin bacanya hehehehe

    Yang paling akhir ya… Komikus Indonesia itu harus sadar kalau mereka berkarya ga cuma untuk diri sendiri tapi juga untuk pembaca. Karena komik itu industri not just an art. Ada sisi komersialnya. Pernah baca Naruto? Saya inget di situ pengarangnya sering ngasih selingan dan dia pernah nulis bahwa untuk menjadi seorang pengarang komik dia ga boleh egois. Harus ada ’sesuatu’ yang masuk dalam karyanya, dan ’sesuatu’ itu juga harus dapat terkomunikasikan sama pembacanya. So the reader will not only appreciate your work but they also have to enjoy it.

    Anyway, that’s my two cents. Buat saya sih niru gapapa asal kita bisa tumbuh jadi seorang yang beridentitas kuat, yang unik dan so indonesia. Pasti ada prosesnya, so be optimistic and don’t judge a komik by the drawing style. Hehehehe

  2. Xaliber von Reginhild Says:

    Kalo menurut saya sih, dari sebagian komik Indo yang pernah saya baca, stori kayaknya masih dinomor duakan. Gambar boleh bagus, dan memang banyak yang terpukau sama gambar, tapi kayaknya ngga begitu kalau di cerita. :P

    Kadang terlalu plain atau datar.

    Komik Indo dari sisi cerita yang menarik sih menurut saya justru yang gambarnya simpel, kayak Gibug atau Benny and Mice yang merupakan komik satir. :lol:

  3. syaorannatsume Says:

    Sebenarnya sih.. saya belum pernah baca komik dari Indonesia. Ya, karena ga sampe pasaran kota saya, jadi saya juga belum tahu.

    Lagian, menurut event yang pernah dibuat suatu majalah anime indonesia untuk para komikus yang duluu banget itu,, komikus indonesia itu ga terlalu memperhatikan cerita. Ceritanya kacau, ga ada klimaks-nya, ga bagus pembukaannya, lah.. de-el-el. Mau dibandingin sama character design-nya juga,, kalah jauh sama mangaka asli Nihon.

    Tapi udah ada kok sekolah khusus buat mangaka di Indonesia,, moga2 aja bisa tenar kayak manga Jepang nantinya..

  4. Adriano Minami Says:

    Si Dobo ini…

    Apdet donk Stickmannya!!!!!!

    Gw dah balik nich ke wordpress!

  5. pragues Says:

    Gw dah updet nih

    Ad crita bru yg keren

    Trus klo mo download lagu di blog gw aj

    Klo mo msen lgu ke gw aj tpi klo ga dpt maaf

  6. grace Says:

    saya paling suka baca komik indonesia dulu tuh jamannya panji koming.. entah kenapa, terasa sekali indonesianya, beny and mice juga boleh lah…
    btw, slama kenal.. :-)

  7. Catshade Says:

    Dari apa yang saya tahu, tampaknya satu scene komik yang tidak pernah benar-benar mati suri (meski tidak bisa dibilang populer juga sih) di Indonesia ini adalah komik strip, terutama untuk koran. Yah, saya setuju kalo dibilang banyak komikus kita yang masih lemah dalam mengarang cerita panjang yang berkualitas, tapi rasanya komikus-komikus kita lumayan bagus untuk menceritakan sesuatu (biasanya pengalaman pribadi atau satir/kritik sosial…mostly lelucon dan jarang yang serius) yang pendek, one-shot/langsung selesai dan dibatasi oleh segelintir panel.

    Komikus itu kaya, lho! Lihat saja, karya-karya mereka yang bisa memasuki negara lain. [...] Sementara, di negara-negara seperti Eropa, Jepang dan Amerika, menjadi komikus sudah seperti menjadi pejuang Kemerdekaan RI… Dipuja-pujalah, gaji besar, hidup enak…

    Ndak terlalu hiperbolis dan overgeneralisasi ini? ^^; Untuk segelintir komikus yang punya keahlian + beruntung sih, mungkin. Tapi untuk setiap Neil Gaiman/Herge/Tite Kubo, ada ribuan komikus amatir di luar sana yang masih harus mencari pekerjaan sampingan untuk menerbitkan komiknya secara indie. :?

  8. NobodyKnowsMe。 Says:

    uhuk-uhuk…
    panjang bener

  9. NobodyKnowsMe。 Says:

    hhm.. komikus indonesia aja model menggambarnya jenis manga

Leave a Reply