UN memang sudah berlalu, tetapi ingatan saya masih tersimpan didalam otak…
-Yap, ini UN yang sama dengan (=) dengan “Ujian Nasional”. Jeng-jeng-jeng-jeng! Ok, intro udah… Silakan lanjutin…-
Ya, mungkin lebih tepatnya ber-5 (kurang bisa, yang jelas 1-lagi masih ingat tuh!)…
Jadi, pada suatu masa- *Star Wars Theme= Teee!! Tetet terereeeret! Teee ret, terereeee ret, tererereeee- *cklek* Mati, dah, puas. Ribut lu!
Ok, back to the top- *syuuu… Plok!* Buset… ‘Paan nih, kok ada Coca-Cola di pala’ gua? Eh, elu! Si byul!
“Yes, it’s me! Where’s your comic, kid!? I’ve waiting for a loooong time- *AGO IN GALAXY FAR, FAR, AWAY… TEREEEEE-* Damn! This thing is so disturbing… Oh, yeah… Where’s your comic, MAN!!!”
Woy, woy… Santai om! Saya agak susah jelasin kalo pake komik! Soalnya kan cuman 4-kotak, strip-man, STRIP! (jangan ngeres! [siapa... coba!])
“Okay, fine! I’ll be back…”
Hhh, bener-bener deh. Buang-buang waktu… Sampai mana tadi yak… *scroll keatas* Yak! Suatu masa… *Flashback*
Hari itu hari Rabu, tanggal… berapa? Oy, mas A***, waktu itu tanggal- 7 Mei, kalau tidak salah ingat… Hari itu amat cerah, dan seperti kemarin-kemarinnya pas UN, saya berjalan dilorong sekolah sambil nengok kanan-kiri kayak orang ajep-ajep. (?) [ya, nggak secepet itu sih...]
Sesampainya di kantin, -persis seperti kemarin-kemarinnya juga- sudah amat ramai siswa-siswi kelas 3/9 SMP duduk dibangku -maupun lesehan-. Saya mencari teman saya yang bernama Fauzan, selanjutnya? Lupa. Pokoknya di-skip-lah ampe bel. Kriiing! Suara bel yang begitu keras agak menyakitkan telinga kami. Siswa-siswi segera berhamburan, dari kantin, menuju keruang tes masing-masing. Dengan santainya, kami (saya dan Adriano Minami [seruangan sih...]) masuk dengan pede-nya. (Bahasa Inggris, sih!)
2 jam berlalu-lalang-… Bel kembali berbunyi. Kami semua-ada yang ngobrol, tidur, menyusun alat-alat tulis menjadi sebuah bangunan [siapa ya'? Autis banget!], dsb-langsung menghentikan aktivitas dan mengambil semua perlengkapan kami, keluar dari ruangan, dan memasukkan barang-barang tersebut.
Lorong kelas kami yang sepi berubah menjadi sebuah “pasar”. Siswa-siswi berhamburan. Ada yang ngobrol ngalor-ngidul (c/o: Eh, ke warnet yuk!), banyak yang menanyakan jawaban yang betul, dan sb. Sementara saya? Tidak peduli dan kebetulan ada tambahan Fisika di sekolah untuk UN Fisika besok, sehingga ketika teman saya yang mau ikut juga sudah datang, saya langsung melengos begitu saja menuju Lab. Biologi 1 lantai diatas saya bersama teman saya. Skip lagi… Lupa.
Kami menunggu beberapa menit didepan-dan didalam-Lab. Biologi. Karena guru yang bersangkutan belum kunjung datang, saya turun dulu kekantin untuk membeli sebuah makanan dan sebuah minuman karena saya lapar. Setelah membeli kedua benda yang bersangkutan, saya kembali kedepan Lab. Biologi. Teman saya pergi, mungkin membeli makanan (dan memang benar, walaupun tak langsung datang). Ya sudah, saya makan saja dengan santai. Dan klimaksnya pun sudah mendekat! Pam-pam-pam!!
Lagi makan enak-enak, eh teman saya yang pintar dalam IPA datang dan (ini memang tidak penting, tapi namanya… Jola. Ato Zola? Pokoknya dia ta’ panggil “Jola” dan “Banana” [karena nama belakangnya yg mirip dengan Bahasa Inggrisnya "pipis-kena-angin" {?}]) menyakan hal (yang kalau tidak salah) seperti berikut ini:
Dialog mode, ON!! *Jgiit! Jgeet! Klik-klik!*:
Jola: Eh, Dar!
Saya(tampan): ?
J(disingkat): Lu jawaban yang “Earthquake”-”Earthquake” itu, apaan?
Saya: ? ‘paan, Ertkwek-ertkwek? (sambil makan)
J: Gimana sih lu? yang “Earthquake”! (copy-paste, pegel!)
Saya: Soal lu A apa B?
J:A
Saya: Gwa B. Beda kali (masih sambil makan)
J: Nggak, soalnya sama aja kali!
-Skip- (harap bayangkan suara suatu rekaman di”Fast-Forward” ampe kayak suara tikus)
J: Ah, payah lu… *tap-tap* (pergi…)
Saya yang tidak sadar pun hanya heran saja. Wong emang ora ono “ertkwek”-”ertkwek” kayak begindang! Yo wess, makannya, tarik truss!
Makan abis. Ken-jang. Turunlah saya karena bosan… Pas sampe bawah, deket kantin, saya liat “guru-yang-bersangkutan” tersebut sedang di-interogasi oleh saudara sepupu perempuan saya dan teman-temannya. Tidak mengerti, saya melihat si teman saya yang mau ikutan tambahan (Jang-jang-jang! Anda benar, dialah Fauzan yang saya sebut-sebut tadi!) datang, sambil makan. Yo wess, saya-bersama Fauzan-mendekati kearah “guru-yang-bersangkutan” dan bertanya, “Pak, tambahannya kapan ya pak?”. “Ya, sebentar lagi. Tunggu di lab. aja.”. karena masih diinterogasi, yo wess, naik lagilah saya. Sampai diatas, tas-tasnya udah nambah. “Ternyata banyak yang berminat…”, kata saya dalam hati. Ngobrol-ngobrol
-Skip lagi-
Lama, turun lagi saya. Eh… sampe dibawah, kok, agak rame didepan ruangan yang digunakan untuk para pembimbing berdiskusi. Ketemulah saya sama sesama rekan “UN-kode-B” yang bernama Alvin. Disana… ada perbincangan basa-basi. Lupa, jadi skip.
Eh, nggak taunya, katanya soal diruang kami (Ruang 9) yang ber-kode B lagi ketiban orang yang namanya sial! Ternyata 7 soal ada yang beda sama kode B laen! Nah lo, mampus! Ya, nggak semua orang, hanya “5 orang terpilih saja” (termasuk saya dan Adriano). Harusnya bisa ber-6, cuman teman saya yg rada “lemu” itu lagi hoki, soalnya dia dapet soal yang ngaco, cuman ada halaman yg kosong, ngga ber-soal dan digantilah soal tersebut… Damn!
Setelah beberapa menit-lupa karena apa-beberapa anak ada yang naik lagi untuk menerima pelajaran, dan saya juga mau, tapi ditahan seorang guru. Saya diajak masuk keruang pengawas. Deg-degan, ga enak aja rasanya. Eh, sampe sana cuman ditanyain siapa aja yang kena (pas basa-basi itu saya tau siapa aja yang kena). Yowes, keluar lagi. Skip. Sampe di Lab. Biologi. Pelajaran tambahn dimulai, soal dibagikan oleh “guru-yang-bersangkutan” (jadi nggak enak nih… Panggil saja “Pak Sarmilih”) dan kami mulai mengerjakan. Bingung, sang “guru-yang- eh, pak Sarmilih dipanggil para pengurus UN. Turunlah beliau, dari lantai 3 ke lantai 1. Lab. Biologi yang ditimbun anak-anak jadi ricuh, udah kayak mau demo aja…
Eh, tiba-tiba gua disuruh turun sama saudari sepupu saya (namanya Shastri. Capek nulis panjang-panjang!). Katanya, anak-anak yang dapet soal cacat juga pada disuruh pergi. Yowess, saya turun. Rasanya nggak enak nih, ga ada yang kenal yg ikutan. Oh, iya! Si Adriano “katanya” pergi ke Arion, mau makan Hoka-Hoka Bento. Ah, dasar “Nakamura”!. Back to the journey, pas lagi ngikutin gurunya (katanya mau dibawa ke”rayon”! Buset, syok berat saya ini! Rayon, men!!!! Makanya saya grogi, nggak ada yang dikenal) ditengah perjalanan, eh, si Adriano muncul. Ga jadi ke HokBen. Pergilah kami ber-2 (ada 1 lagi, temennya Shastri udah duluan). Pas ditengah perjalanan (lagi) Eh, baru inget! Tas masih diatas! Diperbolehkan ngambil, lari-larilah saya kayak dikejer-kejer massa gara-gara nyuri ayam Pak Lurah! Ayo udah, keluar gerbang sekolah, kami naik sebuah mobil jemputan “yang-kayaknya-harus-ikutan-PimpMyRide” (Maap buat yang punay, No Offense, pis, pis, pipiis!!). Disupiri Wakil Kepala Sekolah kami (Labschool), Pak Uswadin, kami memulai perjalanan. Breeng… Mobil “PimpMyRide” inipun berangkat menuju Barat…
Baru keluar dari gerbang UNJ, eh, mobil yang ditumpangi Kepala Sekolah kami (yang berlogo Labschool dan ga perlu PimpMyRide), Pak Ali, eh… Mepet ketrotoar. Ada yang lagi jualan “comro” tuh! Turunlah seorang staf SMP Labschool untuk membeli sekantung comro… Ada-ada saja. Pak Uswadin mengajak kami ngobrol.
-Oke, skip!-
Sampailah kami disebuah sekolah SMP yang atmosfirnya tidak menyeramkan bak rayon yang didalam pikiran saya… (bahkan saya itu tidak tahu rayon, yang saya tahu itu hanyalah pusatnya soal UN). Ini rayon untuk daerah Jakarta Timur kalau tidak salah, di SMP… mana ya, lupa saya. Ntar saya “apdet” deh! Nanya dulu! Kami memasuki gang yang tidak terlalu kecil, dan sampailah kami didepan gerbangnya. Mobil masuk, parkir dilapangan. Entah mengapa, disini tidak kelihatan adanya 1 batang hidung seorang muridpun. Apa karena sedang dipakai sebagi rayon? Entahlah, itu tidak penting (dih, sok tempe luh!). Bangunannya cukup luas, begitu pula dengan lapangannya (ya, iyalah! Kalo nggak, gak bakalan muat mobil buat parkir!). Kantinnya pun seperti berupa sebuah pondok yang jaraknya beberapa meter dari bangunan utama. Masjid ada dibelakang kantin. Oke, deskripsi selesai. lagipula tidak akan membantu, saya bukan penjelas yang baik.
Parkir, dah. Turunlah kami. Pak Uswadin masuk kedalam ruangan. Kami disuruh menunggu di bangku luar. Tak lama kemudian, kami ditunjukkan jalan kesebuah raungan- Eh, ruangan, dan tiba-tiba saja Pak Ali sudah menunggu dipintu masuk. Yowess, kami bertiga jalan, masuk keruangan. Deg-degan rasanya, kayak mau dieksekusi aja… Masuklah, kami. Dipersilakan duduk. Ada anak Al-Azhar juga, tapi lupa Al-Azhar mana. 2 orang. Kami duduk dimeja sebelah kiri, dikanan kami meja untuk pengawas ujian kami saat itu. Kami ber-3 duduk. Lalu datang bapak-bapak, kayaknya “pemimpin persidangan” ini. Beliau duduk, lalu duduklah semua orang yang berada diruangan, termasuk staf-staf Labschool maupun rayon. Sang “pemimpin” memperkenalkan diri yang (lagi-lagi) saya lupa namanya. Trus udah kayak pidato aja, ada pembukaannya segala gitu. Cukup lama. Setelah basa-basi sedikit, para staf membahas hal-hal ini tanpa beranjak sedikitpun dari kursi, kecuali Pak Ali, untuk menyerahkan suatu dokumen yang membicarakan tentang “Tragedi” ini… Dah, ngobrol ngalor-ngidul, nggak ngerti. Bicaranya agak pelan. Karena saya bosan, yaudah gambar aja. Sayapun dikomentari temannya Shastri itu, yang bernama Sacha (panggilan, bukan palsu), “Malah gambari lagi.”, yang tentunya sambil bercanda. Bla-bla-bla-Amin!-bla-bla, selesai. Kami dipersilakan pulang, sementara Pak Ali masih harus bergelut disana. Kami diantar oleh Pak Uswadin dengan mobil “PimpMyRide”nya itu tentu saja (yang AC-nya, panaas banget!), kembali menuju Mahora- eh, kok ngomongnya jadi ngalor-ngidul juga… Basa-basi dalam perjalanan, Skip…
Sampai digerbang UNJ, Adriano mau turun aja, mau ketemu sama saudaranya yang kuliah, saya diajakin ke Arion, makan HokBen (buset, restoran dimakan!), yang tentunya saya tidak mau. Yo wess, dia turun. Trus menujulah kami 3 orang (+ Pak Uswadin) ke gerbang Labschool… Dah, kami turun, dan bersiap pulang. Kecuali saya, yang harus balik ke Lab. Biologi karena belom ikutan pelajaran tambahan (di Labschool, kami menyebutnya “Peta” [gila, gabung ke organisasi buatan Jepang itu!])… Uh, tersiksanya… Untung masih ada yang ikut!
Hari terasa berjalan cukup lama, waktu itu…
————————————————————————————–
May 22, 2008 at 10:48 am |
?
May 27, 2008 at 7:12 am |
Lucuu….
Bnyk kesalahan tapi.
Kbnykan kalo mesti gw koreksi.
May 27, 2008 at 9:07 pm |
wow panjang banget *~* salam kenal!
May 31, 2008 at 10:36 pm |
@restava: Met kenal juga!
Dan buat yg merasa ada (banyak) kekurangan/kesalahan, sebentar lagi akan saya “apdet”. Santai aja kayak dipantai!
July 3, 2008 at 6:06 am |
hmm tp lulus kan? sudahlah tak perlu dipikirkan lg..
July 6, 2008 at 12:32 pm |
Apa kabar sobat? kemana aja lo? pas ngambil SKHUN ama Ijazah lo gak ada, pas pelepasan lo gak ada. Oh ya sebulan lagi gw bakal mencari ilmu di sma presiden doain gw ya! Nem lo berapa? trus lo mo sekolah dimana? kasih kabar ya!
July 6, 2008 at 12:32 pm |
eh ga pengen beli fidger squad vs elemental force donk! tapi dimana gw bisa beli?
August 1, 2008 at 9:28 pm |
gk ngerti… apaan sih ???