” It is the year 2552
Humanity has long been at war with the terrifying alien civilization that collectively calls itself the Covenant. This monstrous conglomerate of warlike species sees Humanity as a form of heresy againts their religion – a faith based in the single minded belief that Great Journey awaits its faithful and that this journey can be embarked upon by firing an array of vast ringlike weapons scattered throughout the galaxy”
Wow, sekali lagi, bukannya bikin komik malah ngebahas game (lagi…).
So, jadi… Ya, itulah penggalan cerita dari “Halo 3″, sebuah game berbasis FPS atau FirstPerson Shooter
Mengapa saya membahas ini? Why, why? Karena ini adalah salah satu game yang ditunggu-tunggu diseluruh dunia, dan yg menunggu itu termasuk SAYA!! So, saya jadi ingin membahas sedikit tentang game ini…
Ham, hem. Ham, hem. Jadi, sebenarnya tulisan ini dimaksudkan keluar pada tanggal… Hmm, tanggal berapa tuh… Oh iya! 23 September, kalo ga salah. 2 hari sebelum “Halo 3″ ini keluar di Selandia Baru/New Zealand, Australia, Singapura, India, Meksiko, Kanada, Brazil, dan Amrik. Ya, pokoke bisa dibilang ini terlambat. Jadi, bila diwebsit-websit (ini sengaja, tulisannya websit, karena kadang saya suka menyebutnya begitu) apalah, sudah ada berbagai hal-hal seperti Walktrough-nya kek, apa-kek, ka-kek Tak heran.
Seri yang ini bisa dibilang adalah seri yg Campaign-nya paling singkat dibanding 2 sebelumnya. Halo 3 ini saya tamatkan dalam 2 hari main, tdk seperti sebelum-sebelumnya, yg 5 hari maen belom juga kelar (Ngga 24 jam full lo!). Tapi belum ditambah saat mengoleksi kostum-kostum atau yang disebut Armor Permutation, kalau di “Halo 3″ ini.
Back to the Main Chamber! Jadi “Halo” ini bercerita tentang pertempuran Manusia melawan beberapa ras alien yang bergabung menjadi satu faksi yang disebut “Covenant”, yang dipimpin oleh beberapa pemuka agama yang disebut Prophet. Para Prophet ini menganggap manusia sebagai halangan untuk mencapai akhir dari “perjalanan panjang” mereka, sehingga terjadilah pertempuran antara manusia dan “Covenant” ini. Ya, begitulah kira-kira inti ceritanya… Tapi ceritanya terus berkembang, seperti munculnya (diketahuinya) alien parasit yang disebut Flood yang dikurung disebuah “Halo” yang dibangun oleh ras alien yang telah lama punah yang disebut “Forerunner“, dan persatuan antar manusia dan-salah satu ras dari Covenant yang disebut- Elite melawan “Covenant” dan “Flood”.
Yah, hmm… Apalagi yah? Ya, jadi begitulah- Oiya! Kita berperan sebagai seorang “super-soldier” yang bernama “John-117” yang tersisa setelah beberapa pertempuran sengit dilakukan oleh manusia. Pertama kali memulai permainan (Halo: Combat Evolved), kita akan berada disebuah pesawat manusia yang sedang diserang para “Covenant”. Lalu, sang kapten berusaha melarikan diri dengan cara melakukan blind-jump, tetapi masih dapat dikejar oleh pesawat Covenant. Setelah itu, pesawat tersebut mendarat di sebuah “Halo“. Yo wess, gitulah cerita awalnya kalo ga salah.
Lalu di “Halo 2″, kita diperkenalkan pada seorang/sealien karakter yang disebut “Arbiter“, seorang Supreme Commander dari ras Elite, yang diberikan sebuah cap “Mark of Shame” yang menandakan bahwa dia telah gagal dalam tugas dan akan dieksekusi, tetapi dia diberi kesempatan kedua oleh Prophet of Truth dan Mercy. Sementara itu, “Master Chief” -tokoh kita-, sedang berada dibumi, akan menghadapi serangan para Covenant. Yo wess, gitulah cerita awalnya kalo ga salah.
Dan, di “Halo 3″ ini, ceritanya tidak langsung dari “Halo 2″, melainkan dijembatani oleh sebuah novel, kalau tidak salah. Ya, pokoknya awal-awal cerita “Halo 3″, yaitu sang “Master Chief” yang melompat dari langit, dan langsung mendarat didaratan bumi, pingsan untuk sementara waktu. Setelah bangun dan melihat sang “Arbiter”, dia langsung berlari kearahnya, mengambil sebuah pistol, dan menodongkannya tepat dibawah dagu sang “Arbiter”. Nah, yang itu bisa dibilang cutscene awal dari “Halo 3″.
Jad, mungkin ini saja yang bisa saya beritahu. (ITU AJA?! DASAR! BUANG-BUANG WAKTU GA GUNA AJA!! DASAR GO-) Mungkin saya ada salah-salah dikit ditulisan kali ini. Sama, mumpung lagi Lebaran. Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. (Mohon maaf kalau ada salah kata/tulisan/perbuatan saya, besok saya buat komiknya [bagi yang nunggu] janji suwer! Udah ada ide!)
October 16, 2007 at 6:24 pm |
Kalau “Halo dunia!” atau “Hello world!”, itu paling populer di jagad blog, lho. :p
*OOT, nyampah*
October 18, 2007 at 2:10 pm |
@rozenesia:
Sebenarnya game ini sarat akan unsur agamanya, lho. Tapi tersirat.
November 11, 2007 at 5:13 pm |
[...] Tapi ya sekarang keadaan sudah jelas. Hibernasi sebentar meskipun cuma sekitar seminggu tapi saya rasa sudah cukup. Agak malas terlalu lama. Apa ada hubungannya antara hibernasi ini dengan liburan sekolah yang sudah tamat? Memang sih selama liburan saya disibukkan dengan sebuah game. [...]
September 9, 2008 at 3:41 pm |
wah seru tuh…
aku juga penggemar berat gim ini nih….
cerita lagi dong gimana kelanjutannya…hehehe